Senin, 16 Mei 2016

SOP Gizi: Cara Menyiapkan Makanan Pasien Sesuai Standar


STANDAR MAKANAN PASIEN
   
Standar penyajian makanan pasien ini berlaku untuk pasien di Rumah Sakit, Klinik, Rumah bersalin maupun perawatan pasien di rumah (Homecare).

1.       Makanan biasa
2.       Makanan lunak
3.       Makanan saring
4.       Makanan cair
5.       Makanan lewat pipa

1.       Makanan biasa
Makanan yang diberikan kepada pasien yang tidak memerlukan makanan khusus karena penyakitnya.

Syaratnya :
-          Tidak memerlukan makanan khusus
-          Tidak merangsang/ menimbulkan rangsangan pada saluran cerna
-          Cukup kalori protein dan zat lain
-          Nilai gizi 2230 pria, 2005 wanita
-          Bahan makanan dapat ditukar dengan makanan lain sesuai makanan yang ada didaerahnya
-          Makanan pokok beras/ nasi
-          Sayuran campuran, kacang – kacangan, daun warna hijau, dll.
-          Untuk wanita hamil / menyusui hendaknya diberikan tambahan 1 – 2 gelas susu/ hari
-          Makanan tidak boleh diberikan :  berlemak, terlalu manis/ asin dan tidak menggunakan bahan pengawet.

Pembagian makanan sehari
PAGI
SIANG/ SORE
TAMBAHAN
-          Beras/ nasi
-          Telor / daging
-          Sayuran
-          Beras/ nasi
-          Daging/ ayam
-          Tahu/ tempe
-          Sayuran
-          buah
Jam 10.
-          Snack/ k. ijo

Jam 16.
-          Snack/ k. hijau


2.      Makanan Lunak
Makanan diberikan kepada pasien sesudah operasi/ penyakit infeksi saluran pencernaan dengan kenaikan suhu tinggi

Syarat.
-          Makanan dapat diberikan langsung / perpindahan dari makanan saring
-          Makanan mudah dicerna, rendah serat
-          Tidak mengandung bumbu yang tidak merangsang saluran cerna
-          Cukup kalori, protein zat gizi lain
-       Pembagian makanan dalam sehari menu hanya nasi diganti bubur.

3.      Makanan Saring
Makanan saring yang diberikan kepada pasien sesudah operasi, infeksi akut termasuk saluran cerna.

Syarat .
-          Melihat keadaan pasien
-          Diberikan langsung/ perpindahan makanan saring
-          Makanan harus mengandung zat gizi sama dengan makanan lunak tapi harus duhaluskan

Pembagian makanan/ hari
PAGI
SIANG/ SORE
TAMBAHAN
T. beras/ bubur susu
Telor ½ matang
Susu
-          Bubur saring
-          Semur daging
-          Telor rebus
-          Wortel
-          Air jeruk
Jam 10. Pudding
Jam 16. Susu
Jam 20. Susu


4.      Makanan cair
Makanan cair diberikan sebelum/ sesudah operasi tertentu dalam keadaan mual dan muntah dengan kesadaran menurun, suhu badan panas dan infeksi akut. Jika mengganggu saluran cerna.

Makanan cair
-          Berupa cairan jernih
-          Tidak merangsang mual atau muntah
-          Tidak meninggalkan sisa
-          Pemberian diabetes 1 – 2 hari

Pemberian makanan dan minuman
PAGI
SIANG / SORE
TAMBAHAN
The manis
Cairan kental yang dibuat dari susu, telor & gula
Kaldu jernih
Air jeruk
Jam 10. Air bubur, sirup
Jam 16. The manis


5.       Makanan lewat pipa ( NGT )
Tidak bisa makan sendiri

Syarat
-     Makanan cair yang terbuat dari sari buah, cairan kental yang dibuat susu, telor gula dan margarine.
-      Banyaknya makanan dalam sehari 1500 – 2000 cc yang dibagi dalam porsi 6 – 8 X.

Jumlah kalori Makanan (diit cair susu) yang diberikan lewat pipa sonde (NGT):
I               :  1500 kalori                       200 cc / makan
II             :  1700 klaori                       150 cc / makan 8x
III            :  2200 klaori                       total 250 - 300

Semoga bermanfaat.. Salam hangat dari penulis...

Rabu, 04 Mei 2016

SOP / Cara Pemberian Terapi Obat Insulin


Pengertian Insulin
Insulin adalah hormon yang digunakan untuk mengobati diabetes mellitus.

Tujuan Pemberian Insulin
Mengontrol kadar gula darah dalam pengobatan diabetes mellitus.

Kebijakan SOP Pemberian Terapi Insulin
1.    Pelaksanaan dilakukan oleh petugas yang terampil
2.    Penyuntikan dengan menggunakan spuit sekali pakai

Prosedur Pemberian Terapi Insulin
Persiapan Alat :
1.        Spuit insulin / insulin pen (Actrapid Novolet)
2.        Vial insulin
3.        Kapas + alkohol / alcohol swab
4.        Handscoen bersih.
5.        Daftar / formulir obat klien

Pelaksanaan :
1.      Mengkaji program/instruksi medik tentang rencana pemberian terapi injeksi insulin (Prinsip 6 benar : Nama klien, obat/jenis insulin, dosis, waktu, cara pemberian, dan pendokumentasian). Mengkaji cara kerja insulin yang akan diberikan, tujuan, waktu kerja, dan masa efek puncak insulin, serta efek samping yang mungkin timbul.
2.      Mengkaji tanggal kadaluarsa insulin.
3.      Mengkaji adanya tanda dan gejala hipoglikemia atau alergi terhadap human insulin.
4.      Mengkaji riwayat medik dan riwayat alergi.
5.      Mengkaji keadekuatan jaringan adipose, amati apakah ada pengerasan atau penurunan jumlah jaringan.
6.      Mengkaji tingkat pengetahuan klien prosedur dan tujuan pemberian terapi insulin.
7.      Mengkaji obat-obat yang digunakan waktu makan dan makanan yang telah dimakan klien.
8.      Menjelaskan kepada klien tentang persiapan dan tujuan prosedur pemberian injeksi insulin
9.      Megambil vial insulin dan aspirasi sebanyak dosis yang diperlukan untuk klien (berdasarkan daftar obat klien/instruksi medik).
10.  Memilih lokasi suntikan. Periksa apakah dipermukaan kulitnya terdapat kebiruan, inflamasi, atau edema.
11.  Melakukan rotasi tempat/lokasi penyuntikan insulin. Lihat catatan perawat sebelumnya.
12.  Mendesinfeksi area penyuntikan dengan kapas alcohol/alcohol swab, dimulai dari bagian tengah secara sirkuler ± 5 cm.
13.  Mencubit kulit tempat area penyuntikan pada klien yang kurus dan regangkan kulit pada klien yang gemuk dengan tangan yang tidak dominan.
14.  Menyuntikkan insulin secara subcutan dengan tangan yang dominan secara lembut dan perlahan.
15.  Mencabut jarum dengan cepat, tidak boleh di massage, hanya dilalukan penekanan pada area penyuntikan dengan menggunakan kapas alkohol.
16.  Membuang spuit ke tempat yang telah ditentukan dalam keadaan jarum yang sudah tertutup dengan tutupnya.
Khusus Insulin Pen (Actrapid Novolet) :
1.    Memeriksa apakah Novolet berisi tipe insulin yang sesuai dengan kebutuhan.
2.    Mengganti jarum pada insulin pen dengan jarum yang baru.
3.    Memasang cap Novolet sehingga angka nol (0) terletak sejajar dengan indikator dosis.
4.    Memegang novolet secara horizontal dan menggerakkan insulin pen (bagian cap) sesuai dosis yang telah ditentukan sehingga indicator dosis sejajar dengan jumlah dosis insulin yang akan diberikan kepada klien.
5.    Skala pada cap : 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18 unit (setiap rasa ”klik” yang dirasakan perawat saatb memutar cap Novolet menandakan 2 unit insulin telah tersedia).
17.  Merapikan klien dan peralatan.
18.  Melepaskan handscoen dan mencuci tangan.

Unit terkait
Rawat Inap dan UGD

Selasa, 05 April 2016

SOP / Cara Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, Puasa & 2 Jam Post Puasa

Pengertian:
Pemeriksaan GDS adalah Suatu tindakan untuk mengetahui hasil atau nilai gula darah pada pasien yang dilakukan sewaktu dan tanpa persiapan apapun. Pemeriksaan gula darah puasa (GDP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien setelah pasien melakukan puasa minimal 8 - 10 jam. Pemeriksaan gula darah 2 jam post puasa (GD 2jam PP) adalah tindakan untuk mengetahui hasil gula darah pasien 2 jam setelah pasien makan setelah sebelumnya pasien puasa minimal 8-10 jam.

Tujuan Pemeriksaan GDS:
  • Pemeriksaan laboratorium harian
  • Acuan tidakan medis
  • Pengobatan yang tepat
  • Pemilihan diit yang tepat
  • Pencegahan resiko hiperglikemi
Kebijakan :
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dilakukan oleh petugas laboratorium. Pemeriksaan GDS juga boleh dilakukan oleh dokter dan perawat.

Alat dan bahan:
  1. Mesin gluco test
  2. Strip stick GDS
  3. Jarum / lancet GDS
  4. Alkohol swab
  5. Perlak dan pengalas
Prosedure Tindakan Pemeriksaan GDS / GDP / GD 2 jam PP:
  1. Cek order dokter.
  2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bersih.
  3. Lakukan kontrak / persetujuan dengan pasien. 
  4. Bawa alat ke dekat pasien.
  5. Pasang sampiran atau privasi.
  6. Papan perlak dan pengalas pada bawah jari yang akan ditusuk.
  7. Nyalakan mesin Gluco Test dan pastikan sudah menyala dengan baik, kemudian pasang strip stick GDS nya secara benar dan pastikan sudah bergambar darah pada layar.
  8. Lakukan pemilihan jari untuk pemeriksaan GDS yaitu: jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
  9. Berikan / oleskan swab alkohol pada jari yang akan ditusuk.
  10. Tusuk ujung jari pasien secara hati-hati.
  11. Tekan daerah sekitar tusukan dengan jari kita agar darah keluar, pastikan darah keluar secukupnya.
  12. Tempelkan ujung stick GDS pada mesin Gluco test ke darah pasien.
  13. Setelah cukup tunggulah beberapa detik untuk melihat hasilnya pada layar.
  14. Setelah hasil keluar catatlah pada lembar cetatan perawat / petugas laboratorium,
Tahap Terminasi:
  1. Cuci tangan dengan prinsip bersih.
  2. Berpamitan dengan pasien.
  3. Laporkan hasil pemeriksaan pada dokter yang meminta.

Unit Terkait:
  1. Laboratorium
  2. Instalasi Gawat Darurat
  3. Ruang rawat biasa dan intensive

Selasa, 23 Februari 2016

SOP / CARA MELAKUKAN KIRBAT ES / KOMPRES DENGAN ES BATU

Pengertian
Kirbat es adalah suatu cara atau upaya untuk menurunkan demam atau mengurangi nyeri dan peregangan otot dengan memberikan kompres dingin kering dengan menggunakan kirbat es.

Tujuan:
1.    Menghentikan perdarahan
2.    Mengurangi rasa sakit/nyeri/peradangan
3.  Menurunkan suhu (demam)
4.  Mempercepat pemulihan pada otot olahragawan

Peralatan:
1.    Kirbat es biasa/leher/gantung dan sarungnya
2.    Perlak dan alasnya
3.    Mangkok berisi potongan es 
4.    Garam satu sendok teh

Prosedure:

A.   Tahap Pra Interaksi
1.    Melakukan verifikasi program pengobatan klien
2.    Mencuci tangan
3.    Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

B.   Tahap Orientasi
1.    Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
2.    Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3.    Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

C.   Tahap Kerja
1.    Menjaga privacy
2.    Mengatur pasien dalam posisi senyaman mungkin
3.    Mengisi kirbat es dengan potongan es hingga ⅔ bagian
4.    Mengeluarkan udara dan menutup kirbat es dan pastikan tidak bocor
5.    Mengeringkan dengan lap kerja dan memasang sarung
6.    Meletakkan pengalas di bawah daerah yang akan di pasang kirbat
7.    Meletakkan kirbat pada bagian tubuh yang akan dikompres dengan kepala kirbat mengarah keluar tempat tidur
8.    Memantau respon pasien
9.    Merapikan pasien

D.   Tahap Terminasi
1.    Mengevaluasi hasil tindakan
2.    Berpamitan dengan pasien
3.    Membereskan alat
4.    Mencuci tangan
5.   Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan