Tampilkan postingan dengan label protap keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label protap keperawatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

SOP / PROTAP FISIOTERAPI DADA


SOP FISIOTERAPI DADA



Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



NAMA INSTITUSI
SOP / PROTAP

FISIOTERAPI DADA

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan sekret.
Tujuan
1.    Membantu klien untuk mengencerkan secret dan memudahkan untuk mengeluarkannya.
2.    Memperbaiki satus respirasi klien.
3.    Mencegah infeksi pada paru pada klien yang immobilisasi dalam waktu lama.

Kebijakan

Prosedur
Persiapan Alat :
1.    Pot sputum dengan larutan desinfektan (Lysol 2%).
2.    Bantal.
3.    Gaun atau pakaian yang tidak mengiritasi.
4.    Tempat tidur yang dapat diatur ketinggian dan posisinya (kalau perlu).
5.    Tissue.
6.    Peralatan oral hygiene.
7.    Nierbeken / bengkok.
8.    Masker dan handscoen bersih (kalau perlu).
9.    Oksigen dan suction (kalau perlu).

Pelaksanaan :
1.    Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya fisioterapi dada.
2.    Menganjurkan klien untuk berkemih terlbih dahulu.
3.    Menganjurkan kepada klien untuk memberitahu jika merasa mual, nyeri, atau sesak nafas.
4.    Memberikan medikasi yang akan membantu untuk mengencerkan sekresi atau sputum (jika ada).
5.    Mengenakan masker, gaun dan handscoen (jika ada indikasi).
6.    Melakukan fisioterapi dada :

a. Postural Drainage (Clapping) :
1)   Membantu klien untuk posisi duduk atau posisi tidur miring kiri / kanan.
2)   Memberikan tissue dan pot suptum kepada klien.
3)   Melakukan clapping dengan cara kedua tangan menepuk punggung klien secara bergantian sampai ada rangsangan untuk batuk.
4)   Menganjurkan klien untuk batuk dan mengeluarkan sekret / sputum pada pot sputum.
b. Vibrasi Dada :
1)   Menganjurkan klien untuk nafas dalam dan lambat melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut.
2)   Meletakkan telapak tangan secara datar diatas dada yang akan divibrasi.
3)   Meminta klien untuk nafas dalam dan ketika klien menghembuskan nafas getarkan telapak tangan secara perlahan diatas dada klien.
4)   Menganjurkan klien untuk batuk untuk mengeluarkan suputum dan membuangnya pada pot sputum.
7.        Mengulangi teknik fisioterapi dada untuk setiap segmen paru.
8.        Dengan perlahan mengembalikan posisi klien apda posisi semula.
9.        Melakukan oral hygiene.
10.    Merapihkan klien dan peralatan.
11.    Mencuci tangan.

Unit terkait
 Rawat Inap dan UGD

SOP LATIHAN NAFAS DALAM


SOP NAFAS DALAM



Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi


NAMA INSTITUSI
SOP / PROTAP

LATIHAN NAFAS DALAM

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Melatih pasien melakukan nafas dalam
Tujuan
1.    Meningkatkan kapasitas paru
2.    Mencegah atelektasis
Kebijakan
Pasien dengan gangguan paru obstruktif & restriktif
Prosedur
A.     Tahap PraInteraksi
1.      Mengecek program terapi
2.      Mencuci tangan

B.     Tahap Orientasi
1.      Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2.      Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
3.      Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien

C.    Tahap Kerja
1.      Menjaga privacy pasien
2.      Mempersiapkan pasien
3.      Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen
4.      Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam    melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
5.      Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung)
6.      Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
7.      Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
8.      Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
9.      Merapikan pasien

D.    Tahap Terminasi
1.      Melakukan evaluasi tindakan
2.      Berpamitan dengan klien
3.      Mencuci tangan
4.      Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit terkait
Rawat Jalan, UGD





























PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN
LATIHAN NAFAS DALAM
No
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
0
1
2
A
Tahap Pra Interaksi




1
Cek Program terapi
1



2
Cuci tangan
1



B
Tahap Orientasi




1
Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
1



2
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien
2



3
Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
1



C
Tahap kerja




1
Menjaga privacy pasien
1



2
Mempersiapkan pasien
3



3
Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen
4



4
Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam   melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
6



5
Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung)
5



6
Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
6



7
Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
6



8
Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
5



9
Menjelaskan pada pasien untuk melakukan latihan inin bila mengalami sesak nafas
3



10
Merapikan pasien

1



E
Tahap Terminasi




1
Melakukan evaluasi tindakan
2



2
Berpamitan dengan klien
1



3
Mencuci tangan
1



4
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
1




TOTAL
50