Rabu, 03 Mei 2017

SOP Keperawatan: Mencuci Rambut Pasien (Keramas)

PENGERTIAN
Mencuci rambut dan kulit kepala dengan menggunakan shampoo dan air.

TUJUAN
1.  Membersihkan kulit kepala dan rambut 
2.  Menghilangkan bau dan memberikan rasa nyaman

KEBIJAKAN
1.  Pasien yang rambutnya kotor 
2.  Pada pasien yang akan menjalani operasi besar 
3.  Setelah dipasang kap kutu

PETUGAS 
Perawat

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
1.  Handuk 2 buah 
2.  Talang 
3.  Peniti 
4.  Kain pel 
5.  Baskom berisi air hangat 
6.  Gayung 
7.  Shampoo dalam tempatnya 
8.  Sisir 2 buah 
9.  Kain kassa dan kapas 
10. Ember kosong 
11. Sarung tangan bersih 
12. Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 % 
13. Celemek untuk petugas 
14. Alat pengering rambut   

PROSEDUR PELAKSANAAN
A.  Tahap Pra Interaksi 
1.  Melakukan pengecekan program terapi 
2.  Mencuci tangan 
3.  Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

B.  Tahap Orientasi 
1.  Memberikan salam dan menyapa nama pasien 
2.  Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 
3.  Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

C.  Tahap Kerja 
1.  Menjaga privacy 
2.  Mengenakan sarung tangan dan celemek 
3.  Mengganti selimut klien dengan selimut mandi 
4.  Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir tempat tidur 
5.  Memasang handuk dibawah kepala 
6.  Memasang ember dialasi kain pel 
7.  Memasang talang dengan ujung berada didalam ember 
8.  Menutup dada dengan handuk sampai ke leher 
9.  Menyisir rambut 
10. Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tanganpasien 
11. Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit kepala dan rambut dengan shampoo 
12. Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih 
13. Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa penutup mata 
14. Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan handuk, kemudian dengan pengering 
15. Menyisir rambut 
16. Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering 
17. Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur 

D.  Tahap Terminasi 
1.  Mengevaluasi hasil tindakan 
2.  Berpamitan dengan pasien 
3.  Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula 
4.  Mencuci tangan 
5.  Mencatat kegiatan dalam lembar catatan

Minggu, 30 April 2017

SOP/Cara Injeksi Intra Vena Melalui Selang Infus

Pengertian Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)
Menurut Ambarawati (2009), pemberian obat secara injeksi (parenteral) merupakan pemberian obat yang dilakukan dengan menyuntikkan obat tersebut ke jaringan tubuh atau pembuluh darah dengan menggunakan spuit.

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir dimasukkan ke dalam tubuh dengan menggunakan alat suntik.

Injeksi intravena (bolus) adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena atau melalui karet selang infuse dengan menggunakan spuit. Sedangkan pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang menghantarkan darah ke jantung. Injeksi intravena bertujuan untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorpsi dari pada dengan injeksi perenteral lain, menghindari terjadinya kerusakan jaringan serta memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar.


Tujuan Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)

  1. Mendapatkan reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada injeksi parenteral lain
  2. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air, elektrolit, vitamin, protein, lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan melalui oral.
  3. Mengoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit
  4. Menghindari terjadinya kerusakan jaringan.
  5. Memperbaiki keseimbangan asam basa
  6. Memasukkan obat dalam jumlah yang besar
  7. Memberikan tranfusi darah
  8. Menyediakan medium untuk pemberian obat intravena
  9. Membantu pemberian nutrisi parenteral
  10. Memonitor Tekanan Vena Sentral (CVP)

Persiapan Alat sebelum Pemberian Injeksi Intravena Melalui Selang Infus (Bolus)
  1. Sarung tangan satu pasang
  2. Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi
  3. Bak instrument
  4. Perlak dan alasnya
  5. Bengkok
  6. Wastafel atau tempat cuci tangan
  7. Kapas alkohol
  8. Obat injeksi dalam vial atau ampul
  9. Water for injection
  10. Daftar pemberian obat
  11. Waskom berisi larutan chlorine 0,5%

Procedure & Teknik Melakukan Injeksi Intravena Melalui Bolus:
  1. Memberikan salam dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan procedure serta tujuannya.
  2. Menyiapkan alat dan bahan, membawa ke dekat pasien.
  3. Memasang sampiran.
  4. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin.
  5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk bersih.
  6. Memakai sarung tangan.
  7. Oplos obat menggunakan water steril for injection hingga tercampur. Selanjutnya tarik menggunakan spuit.
  8. Memastikan tidak ada gelembung udara pada spuit dengan cara mencoba spuit terlebih dahulu, lalu simpan pada bak instrumen.
  9. Mencari tempat penyuntikan obat pada karet selang atau pada tutup area injeksi pada vasofix.
  10. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik.
  11. Melalukan swab atau mendesinfeksi karet selang infus (bolus) dengan kapas alkohol, secara sirkular dengan diameter + 5 cm.
  12. Mengklem cairan infuse.
  13. Menusukkan jarum ke dalam karet selang infus (bolus) dengan tangan yang dominan.
  14. Menarik sedikit penghisap untuk aspirasi apakah jarum sudah masuk selang infus.
  15. Memasukkan obat perlahan-lahan ke dalam vena dengan kecepatan maksimal 5 cc/menit. Untuk obat-obatan yang pekat sebaiknya dioplos terlebih dahulu menggunakan water steril.
  16. Menarik jarum keluar setelah obat dimasukkan, selanjutnya swab lagi menggunakan kapas alkohol.
  17. Periksa kecepatan tetesan cairan infuse.
  18. Membereskan alat, buang alat suntik dan bekas tempat obat dengan benar.
  19. Buang sampah pada tempat sampah medis.
  20. Buka sarung tangan dan buang pada tempat sampah medis.
  21. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk atau tissue hingga kering dan bersih.
  22. Melakukan evalusi dan respon pasien setelah tindakan dilakukan.
  23. Dokumentasi tindakan yang telah dilakukan.
Semoga bermanfaat..

SOP / Cara Melakukan Pengukuran Antropometrik (Status Gizi Pasien)

Pengertian:
Ketebalan lipatan kulit adalah suatu pengukuran kandungan lemak tubuh karena sekitar separuh dari cadangan lemak tubuh total terdapat langsung dibawah kulit. Pengukuran tebal lipatan kulit merupakan salah satu metode penting untuk menentukan komposisi tubuh serta persentase lemak tubuh dan untuk menentukan status gizi cara antropometrik

Tujuan:

  •      Dapat mengetahui nilai standart TLK tricep
  •      Dapat mengetahui status gizi klien
  •      Dapat menentukan derajat obesitas dengan menggunakan rumus densitas tubuh
Indikasi/Dilakukan pada :

  •            Pada penderita dewasa yang kekurangan gizi
  •       Pada penderita dewasa yang kelebihan gizi
  •    Pada penderita dewasa yang tidak bisa dapat diukur BB maupun TB misalnya pada keadaan koma
Persiapan
a. Persiapan Alat :
*      Pita ukur flexibel (Anthropometry tape)
*      Skinfold calipers
*      Pensil (landmark pencil)
  1. Persiapan Pasien :
*      Sapalah klien dengan ramah dan perkenalkan diri pada klien
*      Persilahkan klien untuk duduk
*      Beri informasi umum tentang pengukuran yang akan dilakukan
*      Informasikan tentang cara melakukan, tujuan, manfaat pengukuran tebal lipatan kulit untuk klien
*      Jelaskan tentang kemungkinan hasil yang diperoleh
*      Jaga privacy klien
c.   Persiapan Perawat :
*      Sebelum dan sesudah melaksanakan tindakan cuci tangan
*      Persiapkan peralatan yang akan digunakan.

Pengkajian :
a.    Cek perencanaan keperawatan

Prosedur
1.         Mencuci Tangan
2.        Menerangkan prosedur dan tujuan pengukuran pada klien.
3.        Menentukan sembilan tempat pengukuran TLK, yaitu: pada dada (chest), subscapula, mix-axilaris, suprailiaka, perut (abdominal), triseps, biseps, thigh (paha), medial calf (betis)
4.        Melakukan pengukuran TLK pada masing-masing lokasi
a.    Pengukuran pada dada (chest):
-       Ambil lipatan kulit dari arah diagonal antara axilla dan puting susu setinggi mungkin, sejajar dengan lipatan bagian depan dengan ukuran 1 cm dibawah jari tangan
b.    Pengukuran pada subscapula:
-       Ambil lipatan kulit dari arah diagonal sepanjang garis cleavage tepat di bawah scapula dengan ukuran 1 cm dibawah jari tangan
c.     Pengukuran pada mid-axilla:
-       Ambillah lipatan kulit dari arah horizontal pada garis midaxillaris, tepat pada pertemuan xiphisternal
d.    Pengukuran pada suprailiaka:
-       Ambillah lipatan kulit dari arah miring ke arah belakang garis mid-axillaris dan ke atas iliaka, dengan ukuran 1 cm dibawah jari tangan
e.     Pengukuran pada abdominal :
-       Lipatan kulit diambil dengan arah horizontal 3 cm di samping tali pusat dan 1 cm ke pusat umbilicus
f.     Pengukuran pada triseps:
-       Lipatan kulit diambil dengan arah vertical pada jarak antara penonjolan lateral dari prosessus acronial dan batas inferior dari prosessus olecranon dan diukur pada bagian lateral lengan dengan bahu bersudut 90° menggunakan pita pengukur. Titik tengah ditandai pada sisi samping lengan. Pengukuran diambil 1 cm diatas tanda tersebut.
g.    Pengukuran pada biseps:
-       Lipatan kulit diambil dengan arah vertical diatas biseps brachii yang sejajar dengan triseps di bagian belakang. Pengukuran dilakukan 1 cm dibawah jari.
h.    Pengukuran pada paha:
-       Lipatan kulit diambil dengan arah vertical pada tengah paha antara lipatan inguinal dan batas dari patella. Pengukuran dilakukan 1 cm dibawah jari
i.      Pengukuran pada betis :
-       Lipatan kulit diambil dengan arah vertikal pada lingkaran betis yang paling lebar pada bagian tengah dari betis dengan lutut bersudut 90°.
5.        Mencuci tangan setelah pengukuran
6.        Klien dirapikan, peralatan dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula
7.        Mendokumentasikan prosedur
8.        Menentukan nilai TLK klien dengan membandingkan hasil pengukuran dengan nilai standar yang ada pada acuan
9.        Menentukan status gizi klien

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Saat melakukan Prosedur Tindakan Pengukuran Antropometri :
Pengukuran-pengukuran tersebut sebaiknya jangan dilakukan segera setelah subyek melakukan latihan fisik atau perlombaan, mandi sauna, berenang atau mandi, selama latihan fisik, atau kondisi yang menyebabkan hiperemia karena dapat meningkatkan ketebalan lipatan kulit. Selain itu dehidrasi juga dapat menyebabkan peningkatan tebal lipatan kulit akibat perubahan turgidity kulit.

Sabtu, 04 Maret 2017

SOP Pemasangan NGT (Naso Gastrik Tube)

DEFENISI PEMASANGAN NGT
Melakukan pemasangan selang (tube) dari rongga hidung ke lambung (gaster) menggunakan tekhnik non steril (bersih).
 
 TUJUAN PEMASANGAN NGT
  1. Memasukkan makanan cair/obat-obatan, cair/padat yang dicairkan.
  2.  Mengeluarkan cairan/isi lambung dan gas yang ada dalam lambung (bilas lambung).
  3. Mengirigasi karena perdarahan/keracunan dalam lambung.
  4. Mencegah/mengurangi nausea dan vomiting setelah pembedahan atau trauma.
  5. Mengambil spesimen dalam lambung untuk studi laboratorium.
 
PERSIAPAN ALAT
  1. Selang NGT No.10,12,14,16,18 (tergantung kebutuhan)
  2. Jelly
  3. Spatel lidah
  4. Handscoen bersih
  5. Senter atau penlight
  6. Catether tip ukuran 50cc
  7. Plester / hypavix
  8. Stetoskop
  9. Tissue kering
 
PROSEDUR PEMASANGAN NGT (NASO GASTRIK TUBE)
  1. Mendekatkan alat ke samping klien.
  2. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya.
  3. Membantu klien pada posisi terlentang - semi fowler.
  4. Mencuci tangan.
  5. Periksa kepatenan nasal. Minta pasien untuk bernapas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada lubang hidung yang lain, bersihkan mucus dan sekresi dari hidung dengan kassa/lidi kapas. Periksa adanya infeksi.
  6. Memakai sarung tangan bersih.
  7. Buka kemasan selang NGT.
  8. Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan cara menempatkan ujung selang dari hidung klien ke ujung telinga atas lalu dilanjutkan sampai processus xipodeus.
  9. Beri tanda pada selang yang telah diukur dengan plester.
  10. Beri jelly pada NGT sepanjang 10-20 cm dari ujung selang tersebut.
  11. Meminta klien untuk rileks dan bernapas normal. Masukkan selang perlahan sepanjang 5-10cm. Meminta klien untuk menundukkan kepala (fleksi) sambil menelan.
  12. Masukkan selang sampai batas yang ditandai.
  13. Jangan memasukkan selang secara paksa bila ada tahanan.
a.      Jika klien batuk, bersin, hentikan dahulu lalu ulangi lagi. Anjurkan klien untuk tarik napas dalam.
b.      Jika tetap ada tahanan, menarik selang perlahan-lahan dan masukkan ke hidung yang lain kemudian masukkan kembali secara perlahan
c.  Jika klien terlihat akan muntah, menarik tube dan menginspeksi tenggorokan lalu melanjutkan memasukkan selang secara bertahap.
    15. Mengecek kepatenan
a.    Masukkan ujung pipa sampai dengan terendam dalam mangkok berisi air, klem dibuka jika ternyata sonde masuk dalam lambung maka ditandai dengan tidak adanyagelembung udara yang keluar.
b.   Masukkan udara denga spuit 2-3 cc ke dalam lambung sambil mendengarkan dengan stetoskop. Bila terdengar bunyi kemudian udara dikeluarkan kembali dengan menarik spuit.
    16. Pasang spuit/corong pada pangkal pipa apabila sudah yakin pipa masuk lambung
1        17. Memfiksasi selang pada hidung dengan plester
          18. Membantu klien mengatur posisi yang nyaman
          19. Merapikan dan membereskan alat
          20. Melepas sarung tangan
2        21. Mencuci tangan
 
Tahap Terminasi Pada SOP Pemasangan NGT
  1. Mengevaluasi respon klien
  2. Dokumentasian tindakan dan hasil.

Rabu, 01 Maret 2017

SOP & CARA VERBEDEN (GANTI LAKEN) DENGAN PASIEN DIATASNYA


PENGERTIAN VERBEDEN
Merupakan suatu tindakan / keterampilan keperawatan yang biasa dilakukan sehari-hari yaitu mengganti linen (verbeden) dengan situasi / kondisi pasien tetap berada diatas tempat tidur.

TUJUAN DARI VERBEDEN
  1. Memberikan kesan rapi pada tempat tidur pasien. 
  2. Mengurangi resiko infeksi. 
  3. Menjaga kebersihan pasien dan ruangan.

PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN KEPERAWATAN VERBEDEN
1. Persiapan Alat : 
  • Alat tenun (linen) bersih disusun berdasarkan pemakaiannya : laken, stik laken, perlak, sarung bantal, selimut. 
  • Kursi atau bangku  
  • Tempat kain kotor yang tertutup 
  • Alat semprot yang berisi cairan desinfektan, contohnya terralin  
  • Lap kerja 2 buah
2. Persiapan Pasien : 
  • Pasien pada posisi terlentang di atas tempat tidur  
  • Jelaskan pada pasien prosedur yang akan di lakukan 

3. Persiapan Tempat : 
Ruangan rawat inap yang sesuai 

PROSEDUR PENGGANTIAN LINEN DENGAN PASIEN DITEMPAT TIDUR
  1. Cuci tangan  
  2. Meletakkan alat yang telah di siapkan ke dekat pasien  
  3. Bersihkan rangka tempat tidur  
  4. Letakkan selimut dan bantal pasien yang tidak perlu ke atas kursi (jika tidak mengganggu pasien)  
  5. Miringkan pasien ke satu sisi (bila perlu ganjal satu sisi supaya tidak jatuh)  
  6. Lepas alat tenun pada bagian yang kosong dari bawah kasur lalu gulung satu persatu sampain dengan di bawah punggung pasien. Gulung stik laken ke tengah tempat tidur sampai sejauh mungkin. Bersihkan perlak dengan larutan desinfektan dan keringkan lalu gulung ke tengah tempat tidur sejauh mungkin gulung laken atau sprei besar ke tengah tempat tidur sejauh mungkin  
  7. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur dengan lap lembab yang disemprot larutan terralin, lalu lap kembali dengan lap kering  
  8. Bentangkan sprei besar bersih kering dan gulung setengah bagian, letakkan setengah gulungannya di bawah punggung pasien, ratakan setengah bagian lagi kemudian pasangkan di bawah kasur  
  9. Gulung perlak dan ratakan lagi  
  10. Bentangkan stik laken bersih di atas perlak. Gulung setengah bagian dan letakkan di bawah punggung pasien, ratakan setengah lagi di atas perlak, lalu masukkan ke bawah kasur bersama dengan perlak  
  11. Setelah selesai dan rapikan pada salah satu bagian, miringkan pasien kearah yang berlawanan yang tadi telah di bersihkan (ganjal dengan bantal supaya tidak jatuh)  
  12. Lepas alat tenun yang kotor dari bawah kasur  
  13. Angkat stik laken dan masukkan pada tempat kain kotor  
  14. Bersihkan perlak kemudian di gulung ke tengah  
  15. Lepas laken kotor kemudian letakkan pada tempat kain kotor  
  16. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur  
  17. Buka gulungan laken dari bawah punggung pasien, tarik dan ratakan setegang mungkin kemudian masukkan ke bawah kasur  
  18. Pasang perlak dan spraei seperti tadi  
  19. Lepas sarung bantal dan guling yang kotor, ratakan isinya kemudian pasang sarung yang bersih   
  20. Susun bantal, lalu baringkan kembali pasien pada posisi yang nyaman  
  21. Ganti selimut kotor dengan yang bersih  
  22. Bereskan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya 

EVALUASI 
1. Dokumentasikan hasil tindakan 
2. Merapikan pasien 
3. Cuci tangan