Rabu, 03 Juni 2015

SOP / CARA IMUNISASI ATAU PEMBERIAN VAKSIN

Pengertian
Pemberian suntukan pada bayiatau anak berupa vaksin atau kuman yang telah dilemahkan.

Tujuan
Meningkatkan kekebalan tubuh

Tahap Preinteraksi
1.Baca catatan keperawatan
2. Siapkan alat-alat :
a.       Alat-alat steril
-          1 buah sterilisator uap
-          2 buah spuit 5 cc
-          2 buah spuit 2 cc
-          12 buah spuit 0,1 ml dan 12 jarum BCG
-          30 jarum 1,0 dan 30 jarum DPT
-          Aquades
-          Pincet
-          Kapas dalam tempatnya (kapas air hangat)
b.      Alat-alat non-steril
-          1 buah plastic container
-          1 buah timer clock
-          1 buah timba besar berisi air
-          1 buah ampul
c.       Vaksin
-          BCG
-          Polio
-          TT
-          Hepatitis B
-          DPT
-          Campak
-          DT
3. Cuci tangan

Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
3. Berikan penyuluhan tentang :
-          Efek obat dan cara mengatasinya
-          1-2 jam setelah diberikan vaksin polio tidak boleh  diberikan ASI
-          Bekas suntikan tidak boleh digosok dan jadwal imunisasi ulang harus diingat

Tahap Kerja
1. Mengatur posisi pasien
2. Menentukan lokasi penyuntikan
3. Mengatur posisi pasien sesuai dengan daerah yang akan diimmunisasi
4. Memasukkan obat sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan
5. Mengobservasi pasien
6. Mencatat tindakan pada kartu KMS
-          Tanggal
-          Jam
-          Jenis vaksin yang diberikan
-          Petugas

Tahap Terminasi
1. Evaluasi hasil tindakan
2. Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan setempat semula

Dokumentasi 
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

SOP / CARA PENANGANAN LIMBAH / SAMPAH MEDIS DAN NONMEDIS


Pengertian
Secara umum term “waste” ( bahan buangan ) menunjukkan sesuatu yang tidak berguna, tidak terpakai, tidak dikehendaki atau barang-barang yang dibuang dapat berbentuk padat, cair atau gas.
Klasifikasi sampah puskesmas  :
A.        Sampah medis :
Kering  : tempat infus, kasa kering, Kapas, verband, pembalut dan lain-lain bahan yang berhubungan dengan penderita, Jarum suntik dan infuse, lancet, dak glas, objek gelas, spuit.
Basah : Sampah medis dengan kandungan air ( kapas basah, kasa basah), handscoen
B.        Sampah non medis :
 sisa-sisa makanan nasi, sayur, buah, kertas bekas, puntung rokok, sampah kantor dll.
Tujuan
Protap ini disusun sebagai acuan untuk :
o  Mencegah penyebaran infeksi kepetugas klinik yang menanganinya dan masyarakat.
o  Melindungi petugas yang menangani sampah dari kecelakaan yang tidak sengaja.
Memberikan lingkungan yang estetik.
Kebijakan
o  Persyaratan SMM ISO 9001 : 2000
Buku Standart Asuhan keperawatan (instrumen evaluasi penerapan SAK di RS.  Depkes RI Dirjen Yanmed Direktorat, RSU dan Pendidikan Th. 2005.
Prosedur
A.     Sampah Medis :
1.      Petugas ruangan memasukkan sampah medik dari ruangan ke dalam kantong plastik (sampah kering kecuali botol bekas obat dan infuse set) 
2.      Setelah 24 jam / pergantian shift atau sesudah kantong plastik terisi sampah medik maksimal 2/3 bagian.
3.      petugas kebersihan mengambil sampah medis tersebut dan memilah sampah tersebut dlaam sampah kering dan basah.
4.      Petugas memilah lagi untuk sampah kering  dengan memisahkan infuse set tersendiri  terpisah dari sampah kering yang lain.
5.      Petugas kebersihan mengikat kantong dengan rapat dan mengangkut dengan trolly khusus ke insenerator.
6.      Petugas kebersihan membakar sampah kering kecuali infus set di Incenerator.
7.      Petugas pengambil INfuse set mengambil pada petugas kebersihan

Khusus untuk botol bekas obat:
1.      Petugas perawatan mengumpulkan botol bekas tersebut dalam wadah khusus
2.      Petugas menggunakan botol bekas tersebut sebagai tempat cedÙŠan darah untuk pengiriman pasien ke laboratorium
B.  Sampah Non Medis :
1.    Petugas ruangan memasukkan sampah non medik ke dalam kantong plastik.
2.    petugas keperawatan menganti kantung plasta baru apabila kantong plastik terisi sampah medik maksimal 2/3 bagian.
3.    Petugas kebersihan mengambil sampah tersebut  dan memilah sampah kering dan basah
4.    Petugas kebersihan membakar sampah kering langsung pada tempat sudah disediakan
Petugas kebersihan membuang sampah basah ke TPA ( tempat pembuangan akhir)

Unit terkait
Bagian kebersihan/incenerator



Kamis, 28 Mei 2015

SOP / CARA MENGUKUR CVP YANG AKURAT

Mengukur CVP adalah sebuah tindakan keperawatan untuk mengetahui tekanan cairan pada vena central.

Persiapan alat:
1. CVC dengan double lumen atau triple lumen
2. Medifix line
3. Medifix Scale
4. Waterpas
5. Buku dan alat tulis

Prosedure tindakan:
1. Salam dan perkenalkan diri
2. Jelaskan prosedure dan tujuan
3. Privasi
4. Persetujuan tindakan
5. Posisikan pasien terlentang dan lurus
6. Isikan cairan pada ujung selang / line medifix yang diilitkan pada medifix scale. line medifik yanglain dihubungkan ke pasien, yang lain lagi ke cairan infus.
7. Tentukan zero point sejajar pada pasien dengan cara, cari sela iga ke 4 mid axila
8. Setelah salah satu ujung line yang menempel pada medifix scale diisi cairan infus maka bukalah line yang menuju ke pasien dan tutuplah line dari cairan infus
9. Tunggu lah sampai pada hasil yang sesuai dengan kondisi pasien pada saat itu
10. Pada titik terendah undulasi pada line medifix maka itulah hasil atau nilai CVP yang kita ukur
11. Catat pada buku catatan yang disediakan
12 Nilai normal CVP adalah rentang 10 - 14 CmH2O
13. Rapikan pasien dan alat-alat
14. Cuci tangan

Selasa, 26 Mei 2015

SOP / CARA MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN DENGAN NASAL KANUL

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
( SOP )
MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN KANUL BINASAL
Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan oksigen.

A.    Pengertian
Terapi oksigen adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsiel pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan kanul binasal

B.     Tujuan
1.      Mempertahankan dan meningkatkan oksigen
2.      Mencegah atau mengatasi hipoksia

C.     Persiapan alat
1.      Tabung oksigen ( oksigen dinding ) berisi oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier yang berisi aquades sampai batas pengisiang
2.      Kanulbinasal
3.      Cotte budd atau tisue
4.      Bengkok
5.      Tanda peringatan jangan merokok
6.      Plerter

D.    Persiapan pasien
1.      Pasien diberitahu mengenai tujuan dan perosedur tindakan yang akan dilakukan
2.      Pasien diatur dalam posisi aman dan nyaman

E.     Persiapan perawat
1.      Mengkaji data-data mengenai kekurangan oksigen ( sesak nafas, nafas cuping hidung, penggunaan otot pernafasan tambahan, takikardi, gelisah, bimbang dan sianosia )
2.      Perawat mencuci tangan

F.      Persiapan lingkungan
1.      Mennutup pintu
2.      Jendela
3.      Sampiran
4.      Pencahayaan

G.    Prosedur kerja
1.      Siapkan kanul binasal 1 set tabung oksigen ( oksigen central )
2.      Hubungkan kanul binasal dengan flowmeter pada tabung oksigen atau oksigen dinding
3.      Bersihkan lubang hidung pasien dengan cotten budd atau tisue
4.      Cek fungsi slowmeter dengan memutar pengatur konsetrasi oksigen dan mengamati adanya gelembung udara dalam humidifier
5.      Cek aliran oksigen dengan cara mengalirkan oksigen melalui kanul binasal kepunggung tangan perawat
6.      Pasang kanul binasal kelubang hidung pasien dengan tepat
7.      Atur pengikat kanul binasal dengan benar, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur
8.      Pastikkan kanul binasal terpasang dengan aman
9.      Atur aliran oksigen sesuai dengan program
10.  Alat-alat dikembalikan di tempat yang sesuaitempatnya semula
11.  Perawat mencuci tangan setelah melakukan tindakan
12.  Mengakhiri tindakan dengan mengucapkan salam
13.  Kontrak waktu selanjutnya

H.    Evaluasi
1.      Respon pasien 15 menit setelah dilakukan tindakan

I.       Dokumentasi
1.      Tindakan semua di dokumentasikan
2.      Wakt
3.      Evaluasi
4.      Respon pasien
5.      Paraf
6.      Nama perawat jaga

Rabu, 20 Mei 2015

SOP PENGAMBILAN DARAH VENA

Pengertian
Proses pengambilan darah yang dilakukan melalui intravena atau perifer.

Tujuan
Untuk mendapatkan sample darah guna pemeriksaan laboratorium.

Tahap Preinteraksi
1. Baca catatan keperawatan
2. Siapkan alat-alat
3. Cuci tangan

Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan

Tahap Kerja
1. Pegang bagian yang ditusuk supaya tidak bergerak
2. Permukaan kulit yang akan ditusuk didesinfeksi dengan kapas alkohol, tunggu sampai kering
3. Pegangan agak dikencangkan untuk mengurangi rasa sakit
4. Tusuk agak dalam dengan lanset darah/jarum khusus
5. Darah yang baru keluar dihapus dengan kapas kering
6. Tetesan darah berikutnya diambil untuk pemeriksaan
7. Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol ditutup dengan plester

Tahap Terminasi
1. Evaluasi perasaan klien
2. Simpulkan hasil tindakan
3. Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dibersihkan
4. Mencuci tangan

Dokumentasi
1. Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan.

Rabu, 13 Mei 2015

CARA/PROSEDURE PEMBERIAN OBAT INTRAVENA



Pengertian Pemberian obat intravena:

Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan  langsung ke dalam pembuluh darah vena.

Tujuan:

Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat yang cara pemberiannya melalui intra vena.


A.  Persiapan Peralatan
  1. Sarung tangan 1 pasang
  2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
  3. Jarum 1 (steril)
  4. Bak spuit 1
  5. Kapas alcohol dalam kom (secukupnya)
  6. Desinfektan (zalf atau cair)
  7. Torniquet/manset
  8. Perlak dan pengalas
  9. Obat sesuai program terapi
  10. Bengkok 1
  11. Gergaji ampul (kalau perlu)
  12. Plester luka (contoh: “Hansaplast” atau kasa dan plester
  13. Buku injeksi/daftar obat
B.  Pelaksanaan
a)      Tahap PraInteraksi
1.   Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2.   Mencuci tangan
3.   Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
b)      Tahap Orientasi
1.   Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
2.   Menjelaskan tujuan  dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3.   Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
c)      Tahap Kerja
1.        Mengatur posisi pasien dan pilih vena dari arah distal
2.        Memasang perlak dan alasnya
3.        Membebaskan daerah yang akan di injeksi
4.        Meletakkan tourniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
5.        Memakai hand schoon
6.        Membersihkan kulit dengan kapas alcohol (melingkar dari arah dalam ke luar) biarkan kering
7.        Mempertahankan vena pada posisi stabil
8.        Memegang spuit dengan sudut 30 derajat
9.        Menusuk vena dengan kemiringan 300, dan lubang jarum menghadap ke atas
10.    Melakukan aspirasi dan pastikan darah masuk spuit
11.    Membuka tourniquet
12.    Memasukkan obat secara perlahan
13.    Mencabut spuit sambil menekan daerah tusukan dengan kapas
14.    Menutup daerah tusukan dengan “plester luka”
15.    Membuang spuit ke dalam bengkok
d)     Tahap Terminasi
1.   Melakukan evaluasi tindakan
2.   Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3.   Berpamitan dengan klien
4.   Membereskan alat-alat
5.   Mencuci tangan
6.   Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan