Senin, 11 Mei 2015

SOP/PROSEDURE INJEKSI SUBCUTAN



Pengertian injeksi subcutan

Memasukkan obat kedalam jaringan kulit dengan memakai jarum suntik
Mendapatkan reaksi setempat  
Memberikan kekebalan, misalnya. Imunisasi BCG 


Persiapan alat :
1.      Spuit steril 1 cc
2.      Obat suntikan
3.      Kapas desinfektan
4.      Bengkok
5.      Alat tulis 

Penatalaksanaan :
1.      Memberitahukan/menjelaskan tindakan pada pasien/keluarga pasien
2.      Mencuci tangan.
3.      Membawa alat kepada pasien
4.      Mengatur posisi pasien
5.      Menentukan lokasi suntikan.
6.      Membersihkan daerah suntikan dengan disinfektan
7.      Menusukkan jarum suntik dengan sudut 15O-20O
8.      Memasukkan obat berlahan-lahan sampai terjadi gelembung putih dalam kulit kemudian jarum dicabut
9.      Merapikan pasien dan alat
 .  Mendokumentasikan hasil tindakan


Hal-hal yang diperlukan :
1.     Daerah suntikan jangan dimasage
2.    Obat yang diberikan disesuaikan dengan reaksi suntikan

Minggu, 10 Mei 2015

SOP/PROSEDURE INJEKSI OBAT INTRAMUSKULER (IM)


Pengertian :

Injeksi intramuskuler adalah suntikan kedalam otot.


A.    Persiapan alat :
1.        Spuit
2.        Kapas alkohol
3.        Bengkok
4.        Aquabidest steril
5.        Bengkok
6.        Obat yang dibutuhkan
7.        Bak Instrumen.

B.      Pelaksanaan :
1.      Inform concern
2.      Baca daftar obat, larutkan obat yang dibutuhkan, isi spuit sesuai dengan kebutuhan
3.      Cocockan nama obat dan nama pasien.
4.      Baca sekali lagi sebelum menyuntikan pada pasien.
5.      Atur posisi dan tentukan tempat yang akan disuntik.
6.      Desinfeksi lokasi yang akan disuntik.
7.      Jarum disuntikkan pada daerah yang akan disuntik dengan arah 90 derajat.
8.      Penghisap ditarik sedikit, bila ada darah obat jangan dimasukkan.
9.      Obat dimasukan perlahan-lahan
10.  Setelah obat masuk seluruhnya jarum ditarik dengan cepat.
11.  Kulit ditekan dengan kapas alkohol sambil melakukan pemijatan pada tempat yang di injeksi.
12.  Merapikan pasien dan alat
13.  Mendokumentasikan hasil tindakan

Hal-hal yang diperlukan :
Penyuntikan harus tepat dan betul, bila salah akan dapat mengenai saraf.

Sabtu, 25 April 2015

SOP/PROTOKOL PENANGANAN KETOASIDOSIS (KAD)

Ketoasidosis adalah keadaan dimana pasien mempunyai hasil lab dengan nilai keton > 1 mmol. Keadaan ini didapat biasanya pada pasien dengan Diabetes Melitus (DM). Pada pasien seperti ini diikuti dengan hasil laboratorium AGD dengan PH < 7.35 (asidosis).
Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dan perlu diobservasi ketat adalah:
- Urine
- Gula Darah Sewaktu (GDS)
- Keton
- Natrium dan Kalium
- Ureum dan Kreatitin

Protokol Penanganan KAD (Ketoasidosis)
- 1 jam pertama guyur dengan NaCl 0,9% 1000cc 
- 1 jam kedua guyur dengan NaCl 0,9% 500cc
- 1 jam ketiga guyur dengan Nacl 0,9% 250cc
- 1 jam keempat guyur dengan Nacl 0,9% 250cc
- Selanjutnya dengan cairan Nacl 0,9% 500cc/6 jam
- Cek GDS tiap jam sampai stabil, target GDS 150-200 mg/dl
  GDS 200-300 : Insulin drip 2,5 unit / jam
  GDS 300-400 : Insulin drip 3 unit / jam
  GDS 400-500 : Insulin drip 5 unit / jam
  GDS <150 : Insulin drip stop
- Cek elektrolit dan AGD / 6 jam
- Koreksi Kalium:
   Jika Kalium < 3 : KCL 50 meq / 12 jam   
   Jika Kalium 3-4,5 : KCL 25 meq / 12 jam
   Jika Kalium 4,5-6 : KCL 25 meq / 24 jam
- Observasi produksi urine tiap jam. target diuresis urine 1-2 cc/kgbb/jam. Jika target tidak tercapai start lasix drip 5 mg /jam